Giannis Antetokounmpo dipastikan absen dari Milwaukee Bucks, tapi kapan ia kembali masih menjadi tanda tanya. Sebelumnya disebutkan bahwa MVP NBA dua kali itu akan absen selama 4-6 minggu akibat cedera otot betis. Namun, pelatih Doc Rivers mengakui bahwa belum ada jadwal pasti kapan Giannis bisa bermain lagi.

Rivers mengatakan, tim belum mempertimbangkan untuk mengistirahatkan Giannis sepanjang musim. “Tidak ada pemikiran ke arah sana. Tapi belum ada jadwal pasti juga,” ujar Rivers melalui ESPN. Hal ini menambah ketidakpastian bagi Bucks yang sedang berjuang di klasemen Wilayah Timur.
Cedera Giannis terjadi saat melawan Denver Nuggets pada 23 Januari. Meski merasakan sakit di paruh pertama, Giannis tetap bermain hingga menit terakhir. Kekalahan tipis 100-102 menandai pentingnya peran sang bintang bagi tim. Absennya membuat pertanyaan besar tentang performa Bucks ke depan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Cedera Betis yang Mengganggu
Giannis mengalami cedera pada otot betis kaki kanannya, atau dikenal sebagai otot soleus. Pemain berjuluk Greek Freak ini mengaku tidak bisa bergerak dengan normal. “Saya hanya bisa berlari pelan, tidak bisa berjinjit, dan kehilangan daya ledak,” jelas Giannis.
Selama pertandingan melawan Nuggets, Giannis tetap mencoba berkontribusi dengan mencetak 22 poin, 13 rebound, dan 7 assist. Namun gerakannya terbatas dan hanya membuat 4 dari 8 tembakan. Ia juga memanfaatkan 16 tembakan bebas untuk menghasilkan 14 poin. Cedera ini jelas mengurangi kemampuan eksplosifnya di lapangan.
Masalah betis sebenarnya sudah muncul sebelumnya. Giannis menepi selama delapan pertandingan pada Desember lalu karena cedera yang sama. Meskipun demikian, produktivitasnya tetap tinggi dengan rata-rata 28 poin, 10 rebound, dan 5,6 assist per pertandingan dengan akurasi 64,5 persen.
Baca Juga: Bayern Munich Alami Kekalahan Perdana di Bundesliga, Augsburg Jadi Penghancur Rekor
Dampak Absennya Giannis untuk Bucks

Tanpa Giannis, performa Bucks menurun drastis. Rekor mereka 15-15 saat Giannis bermain, tapi hanya 3-11 tanpa sang bintang. Tim kalah lima dari enam pertandingan terakhir dan kini berada di peringkat ke-11 Wilayah Timur. Keberadaan Giannis terbukti sangat penting untuk stabilitas tim. Absennya Giannis juga memengaruhi strategi tim.
Para pemain harus menyesuaikan peran mereka di lapangan, sementara pelatih Doc Rivers mencari cara agar tim tetap kompetitif. Rumor pertukaran dan rumor transfer pun semakin menguat jelang batas akhir bursa, membuat situasi semakin tegang. Bahkan pertandingan melawan Dallas Mavericks sempat ditunda karena badai salju, menambah ketidakpastian jadwal. Pertemuan melawan Sixers menjadi uji coba penting bagi Bucks tanpa Giannis di lineup mereka.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Meski absen, Giannis tetap menjadi fokus utama tim dan media. Pemain ini diharapkan segera pulih menjelang laga-laga penting, terutama untuk mempersiapkan Piala Dunia 2026. Namun, cedera berulang pada betis menimbulkan kekhawatiran bagi masa depan fisiknya.
Bucks harus menemukan cara agar tim tetap kompetitif tanpa sang MVP. Pemain lain seperti Khris Middleton, Jrue Holiday, dan Bobby Portis harus mengambil peran lebih besar untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan Giannis. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi pelatih Doc Rivers.
Dengan absennya bintang utama dan tekanan klasemen Wilayah Timur, setiap pertandingan tanpa Giannis menjadi ujian mental dan strategi bagi seluruh tim. Keputusan mengenai pemulihan dan rotasi pemain akan menentukan nasib Bucks musim ini. Nantikan terus kabar terbaru seputar berita olahraga menarik lainnya hanya di indoskorupdate.com.

