Setelah absen selama lebih dari sebulan karena cedera lutut, Nikola Jokic langsung menunjukkan kualitasnya saat memimpin Denver Nuggets mengalahkan Los Angeles Clippers 122-109 pada Jumat (30/1) waktu AS. Dalam 25 menit bermain, Jokic mencetak 31 poin, meraih 12 rebound, dan memberikan 5 asis.

Meskipun baru kembali, Jokic tampil impresif dengan persentase tembakan dari lapangan mencapai 72,7 persen. Dia juga menambahkan tiga steal yang membantu pertahanan Nuggets tetap solid, menunjukkan bahwa meski absen lama, kemampuannya tidak berkurang.
Pelatih Denver, David Adelman, mengaku senang melihat Jokic kembali. Adelman menegaskan bahwa mereka akan membatasi menit bermainnya agar tidak terbebani dan bisa kembali sepenuhnya fit. Kehadiran Jokic memberi energi baru bagi tim, terutama setelah kehilangan beberapa pemain kunci.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pengaruh Jokic terhadap Permainan
Kehadiran Jokic membuat Clippers harus menyesuaikan strategi pertahanan mereka. Pelatih Tyronn Lue mencatat bahwa kehadiran Jokic mengubah seluruh dinamika permainan, membuat lawan lebih sulit menahan Nuggets. Denver sempat tertinggal 12 poin di awal kuarter keempat, tetapi Jokic menjadi faktor penentu dalam memimpin tim melakukan serangan balik.
Dengan kontribusi stabil dari bintang mereka, Nuggets berhasil mencetak 16-4 dalam beberapa menit dan memperlebar keunggulan menjadi 113-97. James Harden dan Kawhi Leonard mencoba menekan Clippers dengan mencetak 25 dan 21 poin, tetapi dominasi Jokic membuat Denver tetap unggul dan mengamankan kemenangan penting yang meningkatkan rekor menjadi 33-16.
Cedera dan Tantangan Tim

Jokic absen dalam 16 pertandingan akibat cedera lutut kiri yang terkilir saat melawan Miami. Selama ketidakhadirannya, Denver mencatatkan rekor 10-6, membuktikan mereka mampu bertahan tetapi tetap sangat bergantung pada bintang mereka. Selain Jokic, Nuggets juga kehilangan Aaron Gordon karena cedera hamstring kanan, Christian Braun (pergelangan kaki kiri), dan Cameron Johnson (lutut kanan).
Kehilangan beberapa pemain kunci ini membuat kembalinya Jokic menjadi sangat penting untuk menjaga konsistensi tim. Cedera Jokic sempat mengganggu musim luar biasanya. Sebelum cedera, Jokic rata-rata mencetak 29,6 poin, 12,2 rebound, dan 11 asis per pertandingan, dengan persentase tembakan tiga poin terbaik dalam kariernya, 43,5 persen.
Peluang dan Ambisi Jokic
Kembalinya Jokic juga penting untuk peluangnya meraih penghargaan individu musim ini, termasuk MVP. Jika bermain di semua pertandingan tersisa, ia akan memenuhi syarat minimum 65 dari 82 pertandingan yang dibutuhkan. Jokic sendiri merasa siap dan tidak khawatir menggunakan lututnya yang sempat cedera. “Saya tidak takut menggunakannya.
Saya tidak memikirkannya saat berlari dan saat bermain. Ini pertanda baik bahwa saya sudah siap,” ujarnya. Dengan Jokic kembali dalam performa terbaiknya, Denver Nuggets siap menghadapi sisa musim dengan optimisme tinggi.
Tim kini memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di playoff dan menjaga momentum kemenangan, meskipun masih menghadapi cedera pemain lain. Buat kalian yang ingin mencari informasi tentang berita dan perkembangan olahraga menarik lainnya, kalian bisa kunjungi di indoskorupdate.com.

