Yang Hansen akhirnya bertatap muka dengan sang idola, Nikola Jokic, saat Denver Nuggets bertandang ke kandang Portland Trail Blazers di Moda Center, Portland, Jumat (21/2). Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi Hansen, yang mendapat julukan “Chinese Jokic” karena kemampuan umpan dan kecerdasan basketnya.

Hansen terpilih sebagai No. 16 NBA Draft 2025 dari Qingdao Eagles, menempati posisi ketiga tertinggi dalam sejarah pemain asal Cina yang masuk NBA setelah Yao Ming dan Yi Jianlian. Julukan tersebut mengingatkan publik pada Jokic, MVP NBA tiga kali, yang menjadi inspirasi bagi Hansen sejak lama.
Sesi pemanasan sebelum pertandingan menjadi kesempatan Hansen berbincang dengan Jokic. Meski dibantu penerjemah, Hansen terlihat santai dan kagum. Pertemuan ini sekaligus menenangkan kegugupan pemain muda asal Cina itu, yang sejak lama menanti kesempatan bertatap muka dengan sosok legenda NBA.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Karier Hansen dan Julukan Chinese Jokic

Hansen dianggap sebagai salah satu prospek muda paling menjanjikan. Julukan “Chinese Jokic” muncul karena gaya bermainnya yang mirip Jokic, termasuk visi permainan dan kemampuan mengatur serangan dari posisi big man. Fans dan media Cina pun menyoroti kemiripannya dengan Jokic, menambahkan tekanan sekaligus motivasi bagi Hansen untuk tampil konsisten.
Sejak terpilih di draft, Hansen telah menyesuaikan diri dengan ritme NBA, meski sebagian besar bermain dari bangku cadangan. Statistiknya di G League cukup menjanjikan, dengan rata-rata 16,2 poin, 9,4 rebound, 3,6 asis, dan 1,2 blok per gim. Hal ini menunjukkan potensi Hansen untuk menjadi pemain utama di masa depan.
Pertemuan dengan Jokic bukan sekadar simbolik. Hansen mengaku terinspirasi oleh cara Jokic menguasai permainan dan tetap rendah hati meski menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Pertemuan ini menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang di NBA.
Momen Lucu dan Antisipasi Hansen
Hansen sempat membuat komentar kocak saat NBA All-Star Weekend 2026, menyatakan keinginannya untuk bertemu Jokic. Ia bahkan bercanda, “Saya tidak sabar untuk menciumnya,” yang membuat media dan penggemar tertawa. Pernyataan ini menunjukkan sisi polos dan hangat Hansen meski sudah berada di panggung besar NBA.
Pertemuan akhirnya terwujud beberapa minggu kemudian, memberi Hansen pengalaman langsung berinteraksi dengan idolanya. Meski waktu bermainnya di pertandingan melawan Nuggets hanya sembilan menit dan menghasilkan empat poin serta satu rebound, pengalaman itu jauh lebih berharga bagi pengembangan mental dan motivasinya.
Nuggets Menang Telak dan Statistik Hansen
Dalam pertandingan itu, Denver Nuggets menang telak 157-103, mencatat skor tandang tertinggi dalam sejarah klub sekaligus musim ini. Jokic tampil dominan dengan 32 poin, 9 rebound, 7 asis, dan 4 steal. Kemenangan ini menunjukkan kualitas Jokic sekaligus memberi Hansen pelajaran nyata tentang level kompetisi tertinggi di NBA.
Sementara itu, Hansen akan terus tampil di G League untuk Rip City Remix, memperkuat pengalaman dan kemampuan fisiknya. Statistik impresifnya di liga cadangan menunjukkan bahwa ia siap menerima tantangan NBA. Pertemuan dengan Jokic menjadi titik motivasi untuk meningkatkan performa dan belajar dari salah satu pemain terbaik di dunia.
Dengan bimbingan mental dan pengalaman langsung melihat Jokic di lapangan, Hansen kini memiliki inspirasi nyata untuk mengejar karier sukses di NBA, sekaligus memenuhi ekspektasi sebagai “Chinese Jokic” di masa depan. Buat kalian yang ingin mencari informasi tentang berita dan perkembangan berita olahraga menarik lainnya, kalian bisa kunjungi di indoskorupdate.com.

