Drama Gila AFCON 2025! Senegal Dicoret Maroko Ditetapkan Juara
Final Piala Afrika 2025 di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, berlangsung penuh ketegangan sejak menit terakhir. Senegal sempat unggul melalui gol Pape Gueye pada menit ke-94, setelah eksekusi penalti Maroko gagal. Namun drama terjadi beberapa menit sebelumnya, ketika Maroko mendapat penalti di masa injury time, sementara gol Senegal sempat dianulir.
Kekecewaan Senegal memuncak ketika beberapa pemain memilih meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit. Kapten Sadio Mane menjadi satu-satunya pemain yang tetap berada di lapangan. Aksi ini membuat pertandingan tertunda selama 16 menit, menambah ketegangan di tribun dan antara kedua tim.
Situasi di lapangan tidak hanya menimbulkan kontroversi pada menit akhir, tetapi juga memicu bentrokan antar-suporter. Suporter Senegal dan Maroko terlibat kericuhan, dengan beberapa suporter Senegal bahkan ditahan dan dihukum karena insiden hooliganisme. Final ini menjadi salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah AFCON, bukan hanya karena hasilnya, tapi juga karena kejadian di lapangan dan tribun.
Alasan CAF Membatalkan Kemenangan Senegal
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mengumumkan keputusan mengejutkan 57 hari setelah final, membatalkan kemenangan Senegal dan memberikan Maroko kemenangan 0-3. Dasar keputusan ini adalah pelanggaran regulasi AFCON, khususnya Pasal 82 yang menyatakan tim yang meninggalkan lapangan sebelum laga selesai tanpa izin wasit dianggap kalah.
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Pasal 84 menegaskan bahwa tim yang kalah secara administratif akan diberikan skor 0-3, kecuali lawan sudah unggul dengan margin lebih besar. Dengan regulasi ini, CAF menyatakan kemenangan Senegal secara administratif dibatalkan dan diberikan kepada Maroko. Keputusan ini memicu gelombang protes dari publik dan pemain Senegal.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang hadir di final, sebelumnya menekankan pentingnya menghormati keputusan wasit. Ia menyatakan bahwa kompetisi harus berlangsung sesuai aturan, karena meninggalkan lapangan atau menolak keputusan resmi dapat merusak esensi olahraga. Pernyataan ini menjadi rujukan resmi dan penegasan CAF atas dasar regulasi.
Reaksi Pemain Senegal
Para pemain Senegal bereaksi keras melalui media sosial setelah keputusan CAF. Winger Crystal Palace, Ismaila Sarr, mengekspresikan ketidakpercayaan dengan emoji tertawa. Bek West Ham, El Hadji Malick Diouf, menulis sindiran singkat: “Para juara, berbicaralah!”
Bek Lyon, Moussa Niakhate, juga menyindir keputusan tersebut: “Silakan datang dan ambil medali itu. Mereka gila.” Kiper Yehvann Diouf memamerkan perayaan trofi tim Senegal dengan keterangan “Di mata seluruh dunia,” menegaskan bahwa mereka tetap merasa juara di mata fans.
Gelandang Rayo Vallecano, Pathe Cis, menambahkan komentar pedas: “Tambahkan saja tiga gol lagi untuk para pengadu itu. Juara Afrika!” Semua reaksi ini menunjukkan frustrasi dan ketidaksetujuan pemain terhadap keputusan administratif, sekaligus memperlihatkan dukungan kuat terhadap tim mereka meski secara resmi kalah.
Maroko Tegaskan Hanya Menegakkan Aturan
Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) menegaskan tujuan protes mereka bukan meragukan kemampuan Senegal. FRMF menekankan bahwa tujuan utama adalah memastikan regulasi kompetisi ditegakkan secara konsisten. Langkah hukum yang mereka ambil lebih untuk menjaga integritas turnamen, bukan untuk mempertanyakan kualitas tim lawan.
Senegal masih memiliki opsi untuk mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Swiss. Proses ini memungkinkan tim untuk meninjau kembali keputusan CAF melalui jalur hukum olahraga internasional. Ketegangan antarnegara pun tetap tinggi, mengingat bentrokan suporter dan kerusuhan selama final.
Final AFCON 2025 kini dikenang bukan hanya karena gol dramatis di menit terakhir, tapi juga karena kontroversi besar di luar lapangan. Keputusan CAF dan reaksi para pemain serta suporter menciptakan kisah yang akan dibicarakan dalam sejarah sepak bola Afrika selama bertahun-tahun. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di shotsgoal.com.
