Thursday, January 22INDONESIA SCORE
Shadow

Gareth Bale Bongkar Alasan Xabi Alonso Gagal di Real Madrid

Gareth Bale mengungkapkan alasan mengapa Xabi Alonso gagal saat menangani Real Madrid, meski secara taktik sangat cemerlang. Menurut Bale, di Santiago Bernabeu, yang dibutuhkan bukan sekadar pelatih, tapi manajer yang mampu menangani ego para pemain bintang.

Gareth Bale Bongkar Alasan Xabi Alonso Gagal di Real Madrid

Tekanan dan ekspektasi di Madrid berbeda dari klub manapun di dunia, sehingga strategi biasa tidak cukup. Alonso datang dengan reputasi gemilang setelah sukses di Bayer Leverkusen. Namun, meskipun awalnya memenangkan 13 dari 14 pertandingan pertama, performanya cepat menurun. Kekalahan di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona menjadi puncak masalah yang akhirnya memicu pemecatannya.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Bale menekankan, “Dia pelatih hebat, tetapi di Madrid, Anda tidak hanya butuh keahlian taktik. Anda butuh kemampuan manajerial untuk mengatur ruang ganti, mengelola ego, dan menjaga harmoni tim.” Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan di klub lain tidak selalu menjamin sukses di Madrid.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Seni Mengelola Ego Para Galacticos

Real Madrid dikenal dengan filosofi ‘Galactico’, yaitu mengumpulkan pemain-pemain bintang dunia. Menurut Bale, pemain seperti ini tidak butuh manajemen mikro, tapi sentuhan lembut yang menjaga motivasi dan ego mereka tetap positif.

Hubungan Alonso dengan Vinicius Junior menjadi contoh nyata kegagalan ini. Vinicius sempat dicadangkan, yang menimbulkan ketegangan dan bahkan membuatnya mempertimbangkan hengkang dari klub. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan karakter pemain sama pentingnya dengan strategi di lapangan.

Bale menambahkan, “Anda harus pandai memanjakan ego mereka. Ketika pemain merasa dihargai dan didukung, mereka bisa menciptakan momen ajaib di lapangan.” Cara ini berbeda dari pendekatan disiplin ketat yang dipakai Alonso, yang justru membuat beberapa pemain merasa terkekang.

Baca Juga: James Harden Catat Sejarah Baru Bawa Clippers Raih Kemenangan 

Kehebatan Individu Lebih Penting Daripada Taktik Rumit

Gareth-Bale-Bongkar-Alasan-Xabi-Alonso-Gagal-di-Real-Madrid.

Menurut Bale, di Real Madrid, terlalu fokus pada taktik bisa jadi penghalang. Dengan banyaknya pemain berbakat, strategi utama seharusnya sederhana tempatkan pemain terbaik di lapangan dan biarkan mereka berkreasi. Bale mencontohkan manajer seperti Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane, yang lebih berperan sebagai fasilitator daripada pelatih taktis. Mereka memberi kebebasan kepada pemain seperti Bale atau Vinicius untuk mengambil keputusan di lapangan.

Filosofi Alonso yang terlalu kaku dianggap mengurangi kreativitas pemain. Komentar Dani Carvajal juga memperkuat pandangan ini. Carvajal membandingkan Ancelotti yang memberi kebebasan dengan Alonso yang lebih disiplin. Setiap pelatih memiliki metode sendiri, tapi di Madrid, kebebasan dalam bermain terbukti lebih efektif bagi para pemain bintang.

Pelajaran untuk Masa Depan Madrid

Bale melihat kegagalan Alonso sebagai peringatan bagi pelatih Madrid di masa depan. Dengan pemain seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Vinicius, manajer harus mampu menyeimbangkan taktik dengan manajemen ego. Pemain-pemain ini bisa memenangkan pertandingan sendiri jika mereka merasa didukung.

Skuad saat ini, meski memulai era Alvaro Arbeloa dengan kekalahan mengejutkan, berhasil bangkit dengan kemenangan besar di La Liga dan Liga Champions. Hal ini menunjukkan pentingnya membangun harmoni tim dan memanfaatkan bakat individu.

Kesimpulannya, di Real Madrid, keberhasilan bukan hanya soal taktik hebat, tapi juga kemampuan mengelola karakter pemain, menjaga motivasi, dan memaksimalkan potensi bintang. Alonso memiliki segalanya kecuali satu hal yang krusial sentuhan manajerial yang tepat. Simak dan ikuti terus informasi sepak bola terbaru secara lengkap hanya di indoskorupdate.com.