Joey Pelupessy, pemain berusia 31 tahun, muncul sebagai sosok penting di lini tengah Timnas Garuda Indonesia dan penampilan solidnya di Piala Dunia 2026.
Perannya sebagai gelandang bertahan atau “Nomor 6” memberikan perlindungan krusial bagi lini belakang dan memungkinkan pemain lain seperti Thom Haye untuk lebih leluasa berkreasi. Debutnya bersama Timnas Indonesia menandai babak baru yang menjanjikan bagi tim Garuda. Simak dan ikuti terus pembahasan sepak bola di Tanah Air secara lengkap, tentunya di INDONESIA SCORE.
Kabar Gembira bagi pecinta bola, khususnya Timnas Garuda. Ingin tau jadwal timnas dan live streaming pertandingan timnas? Segera download!
Peran Pelupessy di Timnas Garuda Indonesia
Joey Pelupessy menjelma menjadi sosok esensial dalam menjaga keseimbangan lini tengah Timnas Indonesia, memberikan perlindungan yang kokoh bagi lini belakang. Kehadirannya sebagai gelandang bertahan, atau yang sering disebut “Nomor 6”. Memungkinkan pemain-pemain lain, seperti Thom Haye, untuk lebih leluasa dalam mengkreasikan serangan dan menguasai bola. Pelupessy seolah menjadi perisai pertama yang menghalau serangan lawan, memastikan transisi yang mulus dari bertahan ke menyerang.
Meskipun perannya mungkin tidak selalu mencolok di mata penonton, kontribusi Pelupessy sangat vital dalam menjaga soliditas tim. Data dari AFC menunjukkan bahwa meskipun wilayah jelajahnya tidak terlalu luas. Ia mampu bermain efektif, menutup ruang, dan memutus aliran bola lawan. Kemampuannya dalam membaca permainan dan menempatkan diri di posisi yang tepat menjadi kunci dalam menghalau serangan balik dan melindungi tiga bek tengah Timnas Indonesia, Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho.
Kecocokan Dengan Taktik Patrick Kluivert
Debut apik Joey Pelupessy bersama Timnas Garuda Indonesia bukanlah sebuah kebetulan semata. Melainkan hasil dari pemahaman taktik yang mendalam dan koneksi yang telah terjalin lama dengan pelatih Patrick Kluivert. Keduanya pernah bekerja sama di Twente II, yang memungkinkan mereka untuk saling mengenal dan memahami filosofi sepak bola masing-masing.
Kluivert telah lama mengagumi potensi Pelupessy sebagai gelandang pengatur ritme permainan dan kini memiliki kesempatan untuk memaksimalkannya di Timnas Indonesia. Kluivert bahkan memegang peran penting dalam transformasi posisi Pelupessy, dari seorang bek sayap kanan menjadi gelandang bertahan yang handal.
Perubahan ini terbukti menjadi keputusan yang tepat, karena Pelupessy terus berkembang dan menunjukkan performa yang konsisten di posisi barunya, termasuk saat bermain untuk Lommel SK di Belgia. Kluivert merasa bangga melihat Pelupessy memilih untuk bergabung dan membela Timnas Indonesia. Dalam sebuah bukti kepercayaan dan respek yang mendalam antara keduanya.
Baca Juga: Kisah Rizky Ridho Bersinar Dengan 60 Sentuhan Bola di SUGBK
Debut yang Memukau dan Pujian dari Warganet
Penampilan penuh Pelupessy dalam laga melawan Bahrain tidak hanya menandai debutnya, tetapi juga menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang dapat diandalkan. Ia merasa kagum dengan dukungan luar biasa dari penonton di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dan merasa bangga dapat membela Timnas Indonesia. Di sisi lain, para penggemar Timnas Indonesia juga dibuat takjub dengan aksi-aksi Pelupessy di lapangan.
Nama Pelupessy bahkan menjadi trending di media sosial X (sebelumnya Twitter) setelah pertandingan, dengan banyak warganet yang memberikan pujian atas penampilannya. Statistik mencatat bahwa Pelupessy memiliki akurasi umpan sukses sebesar 85 persen (34 dari 40 percobaan), melakukan 2 kali sapuan, 1 intersep, 5 kali merebut bola, dan memenangkan seluruh duel udara serta di bawah. Penampilan solid ini menjadikannya jembatan yang efektif antara lini belakang dan lini tengah Timnas Indonesia.